Apa sebenarnya yang diharapkan di dunia ini?

Allah Swt berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.”(QS. Al Ankabut 64)

إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad 36)

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

‘Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…” (QS. Al Hadid 20)

Sedikit obrolan dengan teman menjadikan semuanya itu renungan yang berarti, kebanggan akan dunia atau persiapan akhirat? Tak ada yang pasti, yang pasti hanyalah yang akan kita pilih dari setiap detik pilihan yang ada.

Ada yang bangga akan dunia, mengukur semua kesuksesan dari sudut materi dan hal duniawi. Benar memang yang dirasakan, hidup di dunia ini butuh materi untuk bertahan hidup, tapi apakah kita lupa bila sebenarnya yang membuat kita bertahan hidup adalah kuasa dan kehendak Allah?! Inti dari permasalahannya adalah gengsi dan peduli dengan komentar orang lain, sehingga merasa hidup tak berarti tanpa memiliki dunia. lantas bagaimana bila tak punya harta? kita tak bisa membahagiakan orangtua dan keluarga bahkan saudara di sekeliling kita?dan bukankah kita hidup perlu makan? dan makanan bisa di dapat dengan uang, jadi kita harus punya banyak uang dan materi lainnya bukan?!🙂 semua pertanyaan itu dapat dijawab dengan kembali kepada hati dan kepercayaan kita sendiri, sampai sejauh mana dan bagaimana kita berfikir.

Allah Swt memberikan peringatan dalam surat Al Munafiqun 9:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Siapa saja yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”

Ada pula yang sibuk dengan hal akhiratnya, sampai akhirnya dunia dilupakan dan ditelantarkan. beranggapan tak peduli dengan urusan dunia karena kehidupan abadi sebenarnya ada di akhirat nanti. Lantas apakah dengan mudahnya kita menelantarkan sekeliling kita? bukankah manusia itu makhluk sosial? dan memangnya sudah ada jaminan kalau dengan bersikap seperti itu kenikmatan akhirat akan di dapat? mari kembangkan ilmu kita kawan, karena pupuk iman itu adalah ilmu. saat ini kita hidup di dunia, dan kita di ciptakan untuk beribadah kepada Allah, aktifitaslah di dunia ini dengan baik sampai akhirnya kita mengerti bahwa kita hidup di dunia dengan aktifitas yang ada itu semuanya untuk beribadah kepada Allah, bukankah dalam beribadah itu harus sungguh sungguh dan baik?

Kesimpulan yang saya dapat saat ini, kita tetap harus memaksimalkan usaha kita di dunia ini dan berinteraksi dengan baik, bukan untuk harta ataupun kedudukan di mata manusia, melainkan semata mata hanya untuk mempersembahkan ibadah (kegiatan) yang baik untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari Allah. Dunia ini untuk akhirat.

Lantas masih bermasalahkah jika kita miskin harta? bermasalahakah bila kita bukan siapa siapa di mata manusia? bermasalahkah? bermasalahakah bila kita tidak menginginkan dunia? bermasalahkah jika kita tak peduli dengan dunia ini?

Semuanya dapat terjawab tergantung kepercayaan dan ilmu yang dimiliki kita saat ini.

Sedikit kutipan dari seorang sahabat Nabi yang bernama Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu anhu :

Bekerjalah engkau untuk kepentingan duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah engkau untuk kepentingan akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok’.

Semoga bermanfaat,