Desain grafis merupakan sebuah proses pemikiran yang diwujudkan dalam sebuah media berupa visual. Biasanya orang yang bergerak dalam bidang desain grafis disebut sebagai desainer grafis. Ruang lingkup seorang desainer grafis cukup banyak, diantaranya adalah desainer cover buku,majalah, layout halaman, cover CD, brosur, undangan, kartu nama, logo, web design, ilustrasi, game, modeller3D, foto digital, iklan, dll. Secara tidak sadar, sebenarnya setiap orang adalah desainer grafis. Bagaimana tidak, bukankah kita sering mencoret-coret bukutulis, membuat undangan, membuat kaligrafi nama sendiri, menempel gambar dikamar, atau bahkan memilih cat rumah?! itu semua adalah pekerjaan seorang desainer grafis.

Biasanya para desainer grafis bekerja di sebuah percetakan, image setting, penerbit, foto studio, biro iklan, dan producion house, namun sebenarnya para desainer grafis inipun bekerja pada perusahaan-perusahaan yang tidak ada kaitannya langsung dengan media-media yang telah disebutkan tadi. Kemungkinan bekerja freelance, karyawan, atau hanya rekanan yang tugasnya membuat tampilan laporan, presentasi, proposal, desain spanduk, promosi, kartu nama, dll. Oleh karena itu setiap perusahaan pasti memerlukan seorang desainer grafis. Disamping itu, seorang desainer grafis dapat memilki kebebasan waktu dan finansial dengan memiliki sebuah usaha sendiri. Hanya bermodalkan pengalaman (portofolio), modal ruang produksi, komputer, dan uang downpayment dari klien, seorang desainer grafis sudah dapat menerima pekerjaan / order desain. Dalam menentukan harga sebuah desain, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan oleh seorang desainer grafis:

  1. menentukan harga sesuai kerumitan dan sumber daya yang digunakan
  2. menentukan harga sesuai budget klien (kualitas menyesuaikan)
  3. menentukan harga sesuai harga pesaing di pasaran

Seorang desainer grafis memerlukan wawasan yang sangat luas dari disiplin ilmu yang lain. Karena pada dasarnya sorang desainer adalah seorang pemecah masalah (problem solving) dan pengambil keputusan.

digidesain.netDalam sebuah desain grafis, terdapat banyak cabang keahlian, diantaranya adalah ilustrator, komikus, kartunis, animator3D, animator 2D, character modeller, desain layout majalah, web desainer, dan multimedia director. Untuk spesialis ilustrator, komikus, dan kartunis, memerlukan kemampuan menggambar secara manual mutlak dikuasai dengan baik. Namun untuk desainer web, multimedia director, ataupun modeller / animator 3D, lebih mengutamakan kemahiran pada software (wlaupun memang lebih baik lagi jika menguasai penggambaran sketsa). berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kekurangan dari proses desain secara manual (hand made) dan dengan bantuan komputer.

Desain manual / hand made:

Keuntungan:

  • sentuhan / kesan lebih manusiawi
  • kecepatan dalam menumpahkan gagasan kedalam goresan tangan
  • kebebasan dengan media dan alat yang ada dialam
  • cocok untuk menggambar naturalis
  • gambar dipenuhi dengan kepribadian, sifat, dan emosial desainer

Kekurangan:

  • harga relatif mahal
  • sulit diduplikasi
  • waktu pengerjaan / produksi desain relatif lama
  • perlu kecermatan dan kehati-hatian ekstra
  • lebih condong pada kemampuan bakat (motivasi yang tinggi, konsistensi, dan latihan yang cukup)

Desain dengan bantuan komputer:

Keuntungan:

  • waktu produksi lebih cepat
  • harga desain lebih kompetitif dan murah
  • mudah diduplikasi
  • mudah diperbaiki
  • banyak pustaka / library (image, clipart, font, tamplate)
  • keterampilan sketsa tangan tidak terlalu diutamakan

Kekurangan:

  • sentuhan garis relatif kaku dan rapi (kurang terasa manusiawi)
  • ketergantungan terhadap teknologi
  • orisinalitas seni terkadang sering dipertanyakan
  • sulit mencurahkan gagasan kedalam gambar dalam waktu singkat
  • cenderung kurang berhati-hati dan ceroboh
  • perlunya pendlaman tentang pengetahuan  hardware dan software grafis

Untuk mendapatkan tampilan desain yang menarik, para desainer grafis haruslah mengetahui 7 hal dasar pada proses desain, yaitu:

  1. Proses perancangan grafis
  2. Komponen desain grafis
  3. Prinsip desain
  4. Warna
  5. Tipografi
  6. Layout
  7. Garis bantu

Belum bekerja jadi karyawan dan takut untuk buka usaha? seorang desainer grafis masih bisa untuk menjadi seorang instruktur / pengajar. Sambil menunggu proyek yang lebih besar, ilmu juga masih tetap hangat. Dengan banyak memberi ilmu akan membuat semakin pintar dan menambah wawasan, dan setelah banyak pengalaman dan ilmu, abadikan lewat buku, website, dll, lalu siap-siaplah dilamar pekerjaan (bukan melamar pekerjaan) dan menerima passive income.

Untuk mengetahui perkembangan desain grafis di indonesia (khususnya) bisa dilihat melalui situs dgi-indonesia.  Jadi, ayo kita menjadi seorang desainer grafis yang cerdas dan kreatif🙂

 

sumber: tips n trik computer graphics design