Sebelum pencetakan atau produk grafika, produk lembaran, produk buku atau majalah, dan produk kemasan, harus melalui proses persiapan. Proses persiapan yang dimaksud disini meliputi persiapan awal ssampai pada pembuatan pelat cetak. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah proses, desain, setting, pembuatan film, montase, dan pembuatan pelat cetak. kegiatan tersebut tidak boleh terlepas dari perhatian seorang estimator (orang yang bergerak dalam bidang kalkulasi grafika) dalam menghitung biaya, khususnya biaya persiapan.

printing.kanisiusmedia.com

proses perhitungan persiapan cetak

Perhitungan biaya setting misalnya, perlu mengacu pada standard harga yang berlaku dalam satuan luas tertentu, misalnya 1 cm2 Rp.50,- . Dengan demikian biaya tersebut dapat dihitung, yaitu luas satuan ukuran x biaya setting dalam satuan luas tertentu. lain halnya untuk menghitung biaya film, montase,  dan pembuatan pelat. Agar tidak terjadi kesalahan, perlu diperhatikan apakah prodduk tersebut dicetak satu warna atau separasi, dicetak satu muka atau dua muka. Sebagai bahan pertimbangan untuk dapat menghitung biaya montase dan biaya pembuatan pelat, perlu diketahui biaya masing-masing proses itu sendiri dalam satu lembar atau satu lintasan dalam ukuran tertentu. Dengan demikian perhitungan menjadi lebih mudah.

Jenis-jenis perhitungan yang biasa digunakan dalam persiapan cetak adalah sebagai berikut:

  • Perhitungan biaya desain isi dan kulit (cover)
  • Perhitungan biaya naskah setting
  • Perhitungan biaya pembuatan film
  • Perhitungan biaya film separasi
  • Perhitungan biaya montase isi dan kulit

Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah bahwa ukuran itu berpengaruh pada montase dan pembuatan pelat. Ukuran montase dan pelat harus tepat dengan area cetak mesin. Intinya unutk menghitung biaya, ukuran jadi barang cetakan sangat penting untuk diperhatikan.

Setelah itu sebelum pencetakan hasil atau produk grafika, produk lembaran, produk buku atau majalah, dan produk kemasan harus melalui proses produksi. Proses produksi yang dimaksud disini meliputi pencetakan sampai pada pekerjaan pemotongan. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah pencetakan besar kecilnya biaya pencetakan / biaya cetak ditentukan oleh jumlah oplah cetak, inschiet dan ongkos cetak perlintasan, pelipatan (bergantung pada jumlah oplah cetak, jumlah katern, dan ongkos melipat per kateren), pengkomplitan (bergantung pada oplah cetak dan ongkos pengkomplitan), penjahitan (bergantung pada jumlah oplah cetak dan ongkos penjahitan per buku atau majalah), dan pemotongan (ditentukan oleh jumlah oplah dan biaya ongkos pemotongan per buku atau majalah). Kegiatan tersebut tidak boleh terlepas dari perhatian seorang estimator dalam menghitung biaya, khususnya biaya produksi.

Perhitungan biaya cetak, perlu mengacu pada standar harga yang berlaku dalam satuan tertentu, misalnya 1 kali cetakan ditentukan dengan harga Rp. 50,- dengan demikian biaya tersebut dapat dihitung, yaitu jumlah oplah dan inschit x biaya cetak dalam 1 cetakan tertentu.

indonetwork.co.id

hasil produksi cetak

Lain halnya untuk menghitung biaya pengkomplitan, penjahitan, pemotongan, dan pengepakan. Agar tidak terjadi kesalahan, perlu diperhatikan apakah produk yang sudah dicetak betul-betul sudah sesuai dengan permintaan atau belum. Sehingga diperlukan suatu kontrol yang terus menerus.

Perhitungan yang perlu diperhatikan dalam produksi cetak ini adalah:

  • Perhitungan biaya kertas isi
  • Perhitungan biaya kertas kulit
  • Perhitungan biaya cetak isi
  • Perhitungan biaya cetak kulit
  • Perhitungan biaya pelipatan kateren
  • Perhitungan biaya pegkomplitan
  • Perhitungan biaya penjahitan
  • Perhitungan iaya pemotongan
  • Perhitungan biaya pengepakan

Untuk menghitung biaya cetak buku berdasarkan tarif, seorang estimator perusahaan non percetakan harus menyusun tarif komponen biaya cetak terlebih dahulu. Dalam menyusun komponen biaya cetak dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Melakukan observasi ke beberapa perusahaan setting, repro, dan percetakan untuk memperoleh data komponen biaya cetak. dari data tersebut selanjutnya dibuat tabel harga komponen biaya.
  2. Menyusun tarif komponen biaya cetak dengan model perusahaan percetakan buku.

Selanjutnya untuk menyusun harga-harga bahan baku antara lain kertas cetak, tinta, dan bahan-bahan lain dapat diperoleh dengan observaasi atau menanyakan harga ke para supplier penjual bahan baku grafika yang ada.

Sumber: modul kalkulasi grafika-direktorat bagian pengembangan kurikulum