Teringat waktu masih duduk di sekolah dasar (SD), pelajaran menggambar yang hasilnya selalu itu-itu saja (gambar dua buah gunung dengan sebuah matahari yang terselip di antara dua buah gunung tersebut, dengan jalan yang membentang ke gunung tersebut, dan ditambah dengan pemandangan sawah dan pohon kelapa disekelilingnya. tidak lupa juga ditambahkan beberapa ekor burung dan awan) dan dengan penilaian yang itu-itu juga (tidak jauh dari nilai 7 dan 8 atau B), namun ternyata dengan bemodalkan kemampuan tersebut bisa memicu tingkat kretifitas kita sendiri atau mungkin hanya sebatas penikmat dari coretan tersebut, dan siapa sangka kalau ternyata sebuah coretan juga dapat mengurangi rasa stress yang kita miliki.

bentuk ekspresi diri dengan bumbu kreatifitas

Setiap coretan yang dibuat pasti berdasarkan hasil pemikiran dan pengolahan ekspresi dari dalam diri, terlepas apakah isi coretan tersebut itu bermanfaat untuk orang lain atau hanya sebatas coretan tak bermakna dan tak punya arti untuk orang lain. Setiap coretan yang terukir baik berupa gambar atau tulisan (atau tak berbentuk sekalipun) adalah benar hasil dari apa yang kita fikirkan dan rasakan. Jadi sebenarnya sebuah coretan merupakan salah satu bentuk media sesorang dalam bercerita tentang dirinya sendiri. Dari sebuah coretan kita dapat memahami apa yang dirasakan oleh orang lain, dan dengan sebuah coretan kreatifitas seseorang itu dilatih.

Bagaimana bisa kreatifitas kita bisa dilihat dari sebuah coretan? Ok mari kita bayangkan. Seseorang yang mempunyai masalah pasti ingin agar orang lain mengerti akan permasalahan yang dia miliki, sehingga dia pasti berfikir bagaimana caranya menuangkan permasalahannya tersebut agar dapat terlihat oleh orang lain dan pastinya tidak hanya sekedar “dilihat” saja, tapi ingin juga agar masalahnya tersebut dapat diselesaikan dan mendapatkan solusi dengan baik lewat coretannya. Ekspresi dan media yang digunakan dari pengungkapan coretan itulah yang membuat kreatifitas sesorang itu dilatih. Dengan bentuk seperti apa yang dipilih dan dalam media bagaimana agar coretannya tersebut dapat terlihat dan dapat dimengerti  oleh orang lain. Itulah bentuk kreatifitas dalam sebuah coretan, jadi janganlah sampai kita berfikir negatif atau bahkan marah-marah dari coretan yang telah dibuat oleh orang lain, dari coretan itulah kita bisa memahami perasaan dan permasalahan dari orang lain. Ingat, sebuah coretan merupakan bentuk ekspresi seseorang, oleh sebab itu kita pasti bisa belajar banyak hal dan memahami pribadi atau permasalahan yang ada, sehingga kita tahu bagaiman bersikap pada orang lain dilihat dari coretan yang telah dibuatnya.

Hanya saja sebaiknya coretan yang kita buat tersebut selayaknya tidak mengganggu “zona nyaman” orang lain dan kita pun jangan sampai mematikan jiwa kretifitasnya. Misalkan seorang anak kecil yang mencorat-coret pada salah satu media di rumah (dinding rumah misalnya) janganlah sampai dilarang ataupun dibentak bahkan sampai menstop perbuatannya itu, karena akan mematikan kreatifitas yang dia miliki, dan bahkan bisa mematikan potensi dirinya. Ada baiknya, media dia untuk mencorat-coret itu yang dipindahkan ke dalam media yang lebih baik (kertas misalnya). Dikutip dari Family.go.com, coretan yang dihasilkan oleh anak kecil berbeda-beda tergantung pada usianya, yaitu:
Coretan acak terjadi pada usia 12-30 bulan (2,5 tahun)
Pada usia ini anak masih belajar untuk memegang pensil warna dan membuat tanda atau garis di atas kertas. Anak-anak cenderung mengalami kenikmatan kinestetik, yaitu kesenangan atau kenikmatan untuk bergerak dan membuat tanda. Coretan yang dihasilkan masih acak dan tidak teratur serta cenderung menghasilkan garis panjang sepanjang kertas atau tembok.
Coretan terkontrol terjadi pada usia 2,5-3 tahun
Pada usia ini anak mulai menggunakan gerakan pergelangan tangan, mengontrol coretannya dan membuat gambar yang lebih kecil. Namun coretan yang dihasilkan belum sepenuhnya bisa dimengerti orang lain, dan juga anak masih suka menggambar atau mencoret-coret tembok.
Coretan yang mulai berbentuk, terjadi pada usia 3-4,5 tahun
Anak-anak mulai memegang krayon dengan menggunakan jari serta sudah mampu membuat berbagai garis dan bentuk serta gambarnya sudah mulai bisa dimengerti. Selain itu anak-anak juga cenderung ‘mengisahkan’ atau ada cerita di balik gambar yang dibuatnya.
Preskematik terjadi pada usia 4,5-7 tahun
Anak mulai menggambar simbol-simbol seperti garis yang meliuk-liuk, lingkaran, spiral, angka-angka dan sesuatu yang mulai menyerupai objek sebenarnya. Tapi anak-anak masih belajar untuk mengungkapkan sesuatu pada orang lain melalui gambarnya.

Semua itu merupakan bentuk dari kreatifitas motorik dan pelatihan agar snak kecil makin berkembang dan bisa mengekspresikan diri. Begitu pula untuk orang dewasa, coretan juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri, kreatifitas, dan relaksasi. Namun, walaupun memang jiwa kreatifitas itu bagus untuk dikembangkan, kita tetap harus melihat “kenyamanan” orang lain juga, jangan berfikir kalau kita hidup di dunia ini hanya sendiri. Pemilihan media yang baik untuk corat-coret dan isi coretan tersebut juga merupakan salah bentuk dari kretifitas. Banyak media yang bisa digunakan untuk bercorat-coret ria dan tidak mengganggu orang lain. Misalnya saja hanya untuk sesuatu yang menyenangkan dan melepas sedikit kepenatan, kita bisa coba klik draw stick , dan kita pun akan tahu betapa menyenangkannya bercorat-coret ria untuk sedikit melepas rasa stress dan tertekan yang kita alami tanpa menganggu “kenyamanan” orang lain. Dengan sdikit kretifitas, maka sebuah coretan tersebut akan terasa menyenangkan untuk kita lakukan.

Selamat bercorat-coret ria pada media yang benar🙂