CO2 (carbon dioksida) merupakan unsur penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan tumbuhan, terutama dalam hal fotosintesis. Proses ini tidak hanya terjadi pada tanaman yang tumbuh di darat saja, namun juga untuk tanaman yang hidup di air. Untuk para hobiis aquascape, pemberian CO2 sangat perlu untuk diperhatikan demi kelangsungan tanaman air yang dirawatnya dan juga jumlah unsur CO2 dalam aquarium pun diperhatikan agar tidak terlalu berlebih, dikarenakan ikan tidak menghirup CO2 melainkan O2. Akan tetapi perlengkapan untuk keperluan penambahan CO2 pada aquarium tidak cukup mengeluarkan uang hanya puluhan ribu rupiah, karena itu banyak yang menyatakan bahwa aquascaping itu merupakan hobi yang cukup mahal. Namun sebenarnya dengan sedikit kreatifitas dan ilmu pengetahuan, maka CO2 ini dapat kita tambahkan pada aquarium hanya dengan modal yang tidak besar. Pembuatan ini diistilahkan dengan sebutan DIY (DO It Yourself) atau membuatnya sendiri dengan bahan-bahan seadanya.

DIY CO2 ini sangat berguna sekali untuk pencinta aquascaping yang ingin menghemat pengeluaran keuangannya, yang kesulitan mendapatkan sistem CO2 pressurized (tabung bertekanan) di daerah tempat tinggalnya, yang memiliki aquarium berukuran kecil-sedang, yang punya waktu untuk menggantikan larutan bahan bakar (generator CO2) secara periodik, yang memiliki setup aquascape dengan pencahayaan low-medium, atau bahkan yang kehabisan gas CO2 pada sistem pressurized dan mengunggu refill yang lama. Sistem DIY CO2 ini adalah proses menghasilkan gas CO2 dengan hanya menggunakan peralatan yang mudah didapat, yaitu yeast (kapang / ragi), gula, dan baking powder sebagai sumber utamanya. Ok, tanpa berlama-lama lagi kita langsung saja membuat CO2 untuk aquarium kita.

Alat dan bahan:

– Alat:

  • Gunting
  • 2 Botol mineral lengkap dengan tutup botolnya (2L)
  • Bor kecil / Paku / Obeng plus (yang dipanaskan), tujuannya adalah untuk melubangi tutup botol
  • Connector/pentil selang aerator aquarium
  • Selang silikon secukupnya
  • Sealant/lem pipa secukupnya
  • Klep penyetop / klep satu arah (check valve)
  • Batu aerator (air stone)

– Bahan:

  • Ragi roti (fermipan)
  • Gula pasir putih
  • Baking Powder

Langkah Pekerjaan:

– Pembuatan generator CO2 :

Generator ini merupakan penghasil CO2 . Pada genertaor ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tempat melarut dan larutan penghasil CO2 – nya.

Tempat pelarutan:

  1. Borlah ditengah tutup botol dengan diameter sedikit lebih kecil dari pipa connector yang hendak ditancapkan, atau gunakan paku / obeng yang ujungnya dipanaskan (usahakan lubang yang dibuat lebih kecil dibandingkan ujung pipa connector). Lalu masukan pipa connector kecil ke lubang sampai kedalaman sekitar 2 cm kedalam botol. Potong ujung menyamping sekitar 45 derajat supaya air yang ke pipa dapat akan cepat menetes ke bawah. Supaya gas tidak yang tidak keluar, pada tutupnya lapisi sekitar lubang masuk pipa dengan silikon di kedua sisinya (luar dan dalam). Di sisi dalam lebih penting karena tekanan CO2yang dihasilkan akan lebih besar dari dalam botol, maka berilah lebih banyak silikonnya pada sisi dalam. Tunggu sampai lem benar-benar kering.

    Contoh hasil pembuatan tutup genertor

  2. Sambungkan selang ke aquarium dengan melewati klep penyetop (check valve) lalu ke airstone.  Perhatian: meninggalkan selang di aquarium dengan kedua ujungnya terbuka akan mengundang bahaya. Air sangat mudah tersedot secara tidak sengaja. Aksi kapiler dapat membuat air naik ke atas aquarium, kemudian tidak sengaja menggerakan selang dan selang dapat dengan mudah tertarik keluar dan kemudian air di dalam selang akan jatuh ke bawah batas permukaan air maka terjadilah aksi penyedotan air. Perlu diperhatikan beberapa klep penyetop yang murah tidak tahan lama dalam lintasan CO2. Asam karbonik yang terbentuk dalam interaksi CO2 dengan air cenderung melunakan membran karetnya. Anda sebaiknya membeli klep penyetop yang untuk dipakai khusus untuk CO2. Jangan gunakan kran penutup (meskipun dengan menggunakan kontrol solenoid atau timer) di jalur CO2 pada sistem CO2 bertenaga ragi ini. Jika jalur selangnya tertutup, tekanan dalam botol akan terus menerus bertambah sampai akhirnya botolnya meledak pecah.

    hasil pembuatan generator co2

Larutan generator:

Resep :

  • 150 gram gula pasir
  • 1/3 sendok teh ragi roti (fermipan)
  • 1300 mL air
  • 1/2 sendok teh baking powder

Cara membuat :

Masukkan campuran tersebut (gula pasir, ragi, dan baking powder) kedalam botol generator. Tambahkan air sekitar 1300 mL, yaitu sampai batas leher botol. Kocok merata dan biarkan di suhu ruangan selama 4-5 jam sebelum siap dipakai.

 

– Pembuatan reaktor CO2 :

Reaktor adalah ruang untuk “mencapur” CO2 dengan air pada aquarium agar CO2 terlarut dengan baik. Pada prinsipnya CO2 yang belum larut yang keluar dari generator melalui batu aerasi tersimpan di atas permukaan air pada botol reaktor. Kemudian dibiarkan agar terjadi kontak dengan permukaan air tersebut. Dengan sedikit tambahan goncangan pada air, akan menyebabkan perataan air yang telah kontak dengan CO2 ke seluruh bagian aquarium, hal ini bisa dilakukan dengan memberikan arus yang didapatkan dari hasil filtrasi atau mengarahkan output dari power head ke tempat reaktor tersebut.

Cara membuat reaktor adalah dengan cara melubangi botol pada tiap sisinya agar air bis bergerak bebas melewati rekator tersebut, kemudian batu aerasi yang telah terpsang dengan output dari generator disimpan di bagian dasar botol reaktor. Usahakan reaktor tersebut tenggelam di dasar aquarium (berikan pemberrat pada reaktor). Kemudian output dari sistem filtrasi usahakan agar arusnya melewati reaktor tersebut untuk menciptakan sedikit goncangan pada reaktor.

Gambaran sebuah reaktor

Cara lain untuk sistem diffuser atau pelarutan CO2 ini adalah dengan memasukkan langsung output dari generator CO2 keinput power head, jadi CO2 keluaran generator dapat dipecah oleh kipas pada power head. namun perlu diperhatikan juga daya hisap dari power head itu sendiri, jangan sampai isi dari generator tersebut ikut tersedot. Amannya, output dari generator dipasang batu aerasi kemudian di dekatkan dengan input power head, jadi gelembung CO2 yang keluar dari batu aerasi dapat langsung tersedot oleh power head.

Pemakaian:

  • Posisikan botol DIY ini pada tempat yang agak hangat, sebab produksi fermentasi akan menjadi optimal bilamana temperatur mendekati hangat tubuh manusia.
  • DIY CO2 ini dapat bertahan sekitar 7-10 hari lamanya dikarenakan pada titik tersebut cadangan gula sudah menipis dan populasi koloni kapang (yeast) sudah menurun drastis dikarenakan perubahan pH dan kadar alkohol dalam larutan. Maka pada saat sebelum titik habis tersebut sebaiknya sebuah larutan bahan bakar yang baru sudah dibuat sehari sebelumnya dan disimpan dalam lemari es agar aktivitas kapang statis.
  • Hasil fermentasi ini seharusnya menghasilkan sekitar satu gelembung per detik (dari selang ke airstone), setelah satu hari. Dengan menggunakan air hangat akan membantu lebih cepat. Ada masa naik turun dari arus yang dihasilkan. Pada awalnya banyak yang dihasilkan dan menurun pada akhir masa larutan. Untuk melancarkan arus ini, dapat menggunakan dua botol yang lebih kecil (1 liter) daripada satu botol besar (2 liter) dan mulai dari botol pertama selama satu-dua minggu setelah itu botol lainnya. Adakalanya sebaiknya melepas dan membersihkan airstonenya, penghasil CO2 dengan ragi condong menghasilkan lapisan kotoran yang menempel pada airstone setelah beberapa waktu.
  • Ketika rangkaian sudah dipasang, berhati-hatilah jika hendak membuka tutup botol untuk mengganti larutannya. Jangan putar tutup botol karena sambungan lem/silikon rentan robek. Sebaliknya putarlah botolnya agar terbuka.

    Susunan hasil rangkaian DIY CO2

Semoga bermanfaat dan selamat beraquascaping ria😀

Sumber : 0-fish, nadila, aquasyif