Hmmmm…setelah baca-baca info dari blog tetangga, membahasa tentang dampak negatif berdua-duaan lain jenis yang bukan mukhrimnya (tidak halal), ternyata ada dampak negatif terhadap dari perilaku tersebut (selain memang jelas dalam islam tidak diperbolehkan).

Dampak negatif itu dilihat dari yang namanya hormon kortisol. saat kita berdua-duaan dengan lawan yang bukan mukhrim (selanjutnya disebut  lawan jenis) tersebut, hormon kortisol tersebut meningkat, dan efek yang ditimbulkan dari peningkatan hormon tersebut bisa bermacam-macam, diantaranya adalah stress, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan mengakibatkan diabetes, dan penyakit lain. Hal ini diungkapkan oleh Para peneliti di Universitas Valencia yang menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita yang menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol.

Lantas apa itu hormon kortisol? ini penjelasannya (yang diambil dari berbagai sumber) :

Hormon kortisol adalah jenis hormon steroid yang dihasilkan di korteks adrenal yang terletak di atas ginjal. Setiap hari dihasilkan 40-80 µmol hormon kortisol, hormon ini kemudian menyebar dalam plasma dengan tiga cara, yaitu berupa kortisol bebas, kortisol terikat protein dan kortisol metabolit. Fungsi dari hormon kortisol adalah sebagai berikut:

  • Melakukan upaya-upaya di depan untuk menyembuhkan luka
  • Dalam keadaan darurat, mengubah lemak dan protein menjadi gula
  • Dalam keadaan darurat, memberikan keutamaan bagi otak dan jantung untuk mendapatkan makanan
  • Mengatur pengerutan dan penyempitan pembuluh-pembuluh darah
  • Memeriksa pergerakan air:
  • Pada saat bahaya, menghambat produksi hormon tertentu demi mencegah kenaikan suhu tubuh
  • Mengatur produksi sejumlah protein yang sangat penting bagi kehidupan manusia

Apabila kelebihan hormon ini, maka dampaknya akan muncul pada tubuh dan psikologi (stress).Dikatakan pada penelitian yang telah dikemukakan diatas tersebut, bahwa stress yang tinggi (peningkatan hormon kortisol) hanya berlaku ketika seorang lelaki berkhalwat dengan lawan jenisnya, dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat lawan jenisnya memiliki daya tarik yang lebih besar!

jumlah hormon kortisol penyebab stress

Tentu saja, ketika seorang lelaki bersama-sama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi peningkatan pada hormon kortisol. Seperti halnya ketika lelaki duduk dengan seorang lelaki, hormon ini tidak naik. pelepasan hormon kortisol ini mengakibatkan terjadinya perubahan proses metabolisme tubuh. Kortisol ini memicu ketidaknormalan kadar gula darah. Hormon ini pun mempercepat penyusutan tulang yang bisa menyebabkan pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Tak hanya itu, kadar kortisol yang berlebihan juga mengganggu sistem kekebalan tubuh. Itulah sebabnya orang yang stres mudah terserang penyakit. Dan yang paling ditakutkan banyak wanita, kortisol yang berlebih bisa memicu naiknya berat badan.

Para peneliti mengatakan bahwa lelaki dengan lawan jenisnya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membina hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam kajian lain, para saintis menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berfikir tentang mereka) jika berulang, mereka berisiko untuk mengidap penyakit kronik dan masalah psikologi seperti kemurungan, dll.

Sebenarnya penambahan hormon ini bisa di tahan atau diturunkan, beberapa cara relaksasi bisa menurunkan kadar kortisol dan membantu Anda melewati masa-masa stres. Misalnya bermeditasi. Tapi berdasarkan penelitian, cara paling efektif menurunkan kadar hormon stres adalah dengan mendengarkan musik.

Efek mendengarkan musik adalah membantu menenangkan gelombang otak, terlebih saat Anda stres. Peneliti dari Osaka Medical Center di Jepang mengungkapkan, orang yang berada di ruang dengan alunan musik kadar kortisolnya lebih rendah 66% daripada orang yang ada di ruang tanpa suara.

Selain dengan mendengarkan musik, simak juga cara efektif lainnya untuk menurunkan hormon stres.

• Tidur cukup: Pangkas kortisol 50%

Saat Anda tidur kurang dari delapan jam seperti yang dianjurkan ahli kesehatan, kadar kortisol naik hingga 50%.

• Minum teh: Pangkas kortisol 47%

Sudah jamak diketahui teh bisa membantu tubuh mengatasi stres. Andrew Steptoe, PhD, dari University College London melakukan studi dan membuktikan bahwa orang yang meminum teh terutama teh hitam bisa menurunkan kadar stresnya hingga 47%. Kandungan polifenol dan flavonoid dalam teh bisa memberi efek relaks.

• Meditasi atau kegiatan spiritual: Pangkas kortisol 25%

Dengan melakukan meditasi saat beryoga atau mendekatkan diri pada Tuhan, Anda bisa menurunkan kadar hormon stres. Penelitian University of Mississippi mengungkapkan, saat Anda dalam kondisi tenang secara spiritual, hormon stress bisa turun 25%.

• Makan permen: Pangkas kortisol 12-16%

Menurut penelitian Northumbria University di Inggris, orang yang mengunyah permen bisa menurunkan kadar kortisolnya hingga 16% daripada yang tidak makan permen.

istirahat dapat menurunan kadar hormon kortisol

memang banyak cara untuk meredakan ataupun untu menurunkan kadar hormon kartisol, tapi apakah bisa cara tersebut menurunkan dosa kita kepada Allah saat kita berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukn mukhrim????

semoga artikel ini bermanfaat, terutama bagi diri saya sendiri🙂

 

sumber: harunyahya, wahyuwinoto, kompasiana, kebenaranislam